Konvensi Vienna merujuk pada dua konvensi hukum internasional yang penting, yaitu Konvensi tentang Hubungan Diplomatik yang disepakati pada tahun 1961, dan Konvensi tentang Hubungan Konsuler yang disepakati pada tahun 1963. Konvensi-konvensi ini, secara resmi dikenal sebagai Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik dan Konvensi Wina tentang Hubungan Konsuler, ditujukan untuk mengatur dan mengharmonisasi hubungan diplomatik dan konsuler antara negara-negara.
1. Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik:
Konvensi ini mengatur hubungan diplomatik antara negara-negara. Berikut adalah poin-poin penting yang dicakup dalam konvensi ini:
- Definisi diplomatik: Konvensi ini memberikan definisi resmi terkait istilah-istilah yang berkaitan dengan hubungan diplomatik, seperti misi diplomatik, duta besar, personel diplomatik, dan fasilitas diplomatik.
- Kekebalan diplomatik: Konvensi ini menetapkan kekebalan diplomatik yang luas bagi misi diplomatik dan personel diplomatik dari pengadilan dan tindakan hukum di negara penerima.
- Kebebasan komunikasi: Konvensi ini menjamin kebebasan komunikasi diplomatik dan kerahasiaan surat-menyurat diplomatik antara misi diplomatik dan pemerintah negara pengirim.
- Perlindungan misi diplomatik: Konvensi ini mewajibkan negara penerima untuk melindungi misi diplomatik dan tempat kediaman duta besar dari gangguan atau kerusakan, serta untuk mencegah penghancuran, penyitaan, atau penggangguan yang tidak sah terhadap fasilitas diplomatik.
- Keamanan personel diplomatik: Konvensi ini menegaskan perlunya menjaga keamanan personel diplomatik dan keluarga mereka, serta memberikan kekebalan terhadap penahanan dan pemeriksaan fisik.
- Penghentian hubungan diplomatik: Konvensi ini mengatur prosedur penghentian hubungan diplomatik antara negara-negara, termasuk pemberitahuan resmi dan perlindungan terhadap properti misi diplomatik yang ditinggalkan.
2. Konvensi Wina tentang Hubungan Konsuler:
Konvensi ini mengatur hubungan konsuler antara negara-negara. Berikut adalah poin-poin penting yang dicakup dalam konvensi ini:
- Definisi konsuler: Konvensi ini memberikan definisi resmi terkait istilah-istilah yang berkaitan dengan hubungan konsuler, seperti perwakilan konsuler, personel konsuler, dan fasilitas konsuler.
- Kekebalan konsuler: Konvensi ini memberikan kekebalan kepada perwakilan konsuler dan personel konsuler dari yurisdiksi hukum negara penerima, kecuali dalam kasus-kasus tertentu yang ditentukan dalam konvensi.
- Bantuan dan perlindungan konsuler: Konvensi ini menetapkan kewajiban negara penerima untuk memberikan bantuan dan perlindungan kepada warga negara negara pengirim yang berada dalam yurisdiksinya.
- Keistimewaan dan fasilitas konsuler: Konvensi ini memberikan keistimewaan dan fasilitas tertentu kepada perwakilan konsuler, seperti kekebalan properti konsuler dan kebebasan komunikasi.
Konvensi Vienna memiliki tujuan untuk menciptakan kerangka hukum yang jelas dan komprehensif dalam hubungan diplomatik dan konsuler antara negara-negara. Konvensi-konvensi ini telah diadopsi oleh sebagian besar negara di dunia dan menjadi landasan hukum penting dalam menjaga hubungan internasional yang beradab dan saling menghormati.
Comments
Post a Comment